Tampilkan posting dengan label Coretanku. Tampilkan semua posting
Tampilkan posting dengan label Coretanku. Tampilkan semua posting

Ular Berkepala 7 (Tujuh) di Bantimurung "BC Murahan"

Diposkan oleh orang maros bisa tonji on Selasa, 09 April 2013

Blog Yhudiyuba. - Ikut prihatin dan sedih ketika beberapa waktu yang lalu saya mendapat Broadcast atau biasa disingkat dengan BC via Blackberry Massanger di BBM saya. yang berisi pesan dan Link Gambar yang menunjukkan sebuah Ular Cobra berkepala tujuh yang terdapat di Permandian Alam Bantimurung.

Pertama kali melihat isi Broadcast dan link gambar tersebut saya langsung tidak percaya, "kenapa?" karena gambar Ular yang terdapat pada link Broadcast tersebut sudah sering saya lihat di Internet jauh sebelum isu isu Broadcast Murahan" tersebut beredar dan membuat pengungjung salah satu Objek Wisata Terbaik di Sulawesi Selatan makain hari kian sepi dari para pelancongnya.

Sebagai warga Kab. Maros yang dimana Bantimurung sudah menjadi icon Pariwisata, maka tentu saya akan MEMBANTAH Isu murahan tersebut, karena memang sejatinya Isu Ular Berkepala Tujuh itu memang tidak ada di Bantimurung.

Gak percaya kalo isi Broadcast itu hanya Hoax atau isu Murahan ? Coba dech sobat Y2 perhatikan gambar dibawah ini yang saya dapat dari Om Google dimana gambar Ular Berkepala Tujuh hanya tipu muslihat menggunakan jasa Aplikasi Photoshop :

Ular berkepala satu, tiga dan tujuh

Gimana sob, udah percayakan kalo Ular Berkepala Tujuh cuman hoax alias Broadcast BBM Murahan yang awalnya cuman ular berkepala satu lalu menjadi kepala tiga, tujuh dan seterusnya. Bahkan ada yang lebih menyeramkan sekaligus lucu nich sobat ular yang saya sendiri gak tau tuch berkepala berapa.

Gak tau kalo ini ular berkepala berapa ya?

Oke Jadi diakhir postingan saya ini, saya cuman pengen ngajak buat sobat-sobat Y2 dimanapun kalian berada kalo punya rencana berkunjung dan berwisata ke Permandian Alam Bantimurung jangan pernah ragu dan takut lagi ya sob, soalnya isu Ular Berkepala Tujuh itu cuman isu palsu belaka jadi jangan percaya dengan isu murahan yang kayak gituan sob.

Sekian dan semoga bermanfaat sob.

Tips Blogging, SEO, Blogger Pemula, Tentang Cinta, Info Kesehatan, Tips Facebook, Trik Handphone, Zodiak, Kontes SEO, Tips dan Trik, Maros, Selebritis, Blackberry
More about

Butuh Dana Cepat KSP. Arta Niaga Solusinya

Diposkan oleh orang maros bisa tonji on Sabtu, 30 Maret 2013


Blog Yhudiyuba. - Buat sobat yang butuh dana segar dengan cepat sekarang gak perlu bingung lagi, cukup dengan Jaminan BPKB Kendaraan atau Sertifikat Tanah Bangunan sobat udah bisa mendapat bantuan dana cepat dengan persyaratan yang gak ngeropotin sobat.

Untuk sobat yang berdomisili diwilayah Kab. Maros Kini telah hadir dikota sobat sebuah Koperasi Simpan Pinjam yang bernama KSP. Arta Niaga banyak kemudahan dan keunggulan yang ditawarkan oleh KSP. Arta Niaga ini misalnya seperti Prosesnya cepat sob, bunga terjangkau dan yang lebih penting lagi Potongannya gak terlalu besar sob dan itu udah termasuk tabungan yang bisa kapan saja sobat tarik sewaktu-waktu.

Selain melayani Pinjaman, KSP. Arta Niaga Maros juga menyediakan Program Tabungan Deposito buat para calon nasabahnya tentu dengan suku bunga yang lebih tinggi dari Koperasi-Koperasi Lainnya.

Jadi tunggu apa lagi sob, jika sobat butuh modal usaha cepat gak usah ragu lagi buat langsung datang di KSP. Arta Niaga Cab. Maros yang beralamat di Jl. Crysant No. 106 maros.

Owh, iya hampir lupa kalo jaminan dan tabungan yang sobat titip di KSP. Arta Niaga ini dijamin keamanannya oleh karena itu segera aja langsung ajak teman, keluarga bahkan pacar sobat yang lagi butuh dana proses cepat segera ke KSP. Arta Niaga sesuai alamat diatas atau hubungi aja nomor hape saya di 081355009911.


Tips Blogging, SEO, Blogger Pemula, Tentang Cinta, Info Kesehatan, Tips Facebook, Trik Handphone, Zodiak, Kontes SEO, Tips dan Trik, Maros, Selebritis, Blackberry
More about

Pemenang Pilgub Jabar 2013

Diposkan oleh orang maros bisa tonji on Jumat, 08 Februari 2013


Siapa Pemenang Pilgub Jawa Barat 2013? Tiba-tiba pertanyaan itu muncul setelah menonton debat kandidat gubernur
yang disiarkan oleh salah satu stasiun tv ternama. Dimana tidak sedikit Artis yang ikut mencalonkan untuk bertarung dalam Pilkada Jabar tersebut.

Sementara setelah melihat dari berbagai survei yang telah dilakukan oleh beberapa lembaga survei menunjukkan bahwa pasangan dari Dede Yusuf-Laksamana masih menempati posisi teratas setelah itu disusul oleh Ahmad Heryawan-Deddy Mizwar, Rieke Diah Pitaloka-Teten Masduki, Yance-Tatang Farhanul Hakim dan Dikdik-Cecep menempati terakhir untuk sementara dari hasil survei oleh lembaga-lembaga survei.

yang menarik bagi saya adalah dimana urutan pertama sampai ketiga diisi oleh pasangan yang memiliki kandidat berasal dari kaum selebritis.

Namun, hasil survei sekarang ini belum bisa dijadikan sebagai patokan bahwa pasangan tersebut bakal menjadi pemenang pada Pilgub Jabar 2013 nanti. 

Dan mari kita tunggu Siapa Pemenang Pilgub Jawa Barat 2013?


Tips Blogging, SEO, Blogger Pemula, Tentang Cinta, Info Kesehatan, Tips Facebook, Trik Handphone, Zodiak, Kontes SEO, Tips dan Trik, Maros, Selebritis, Blackberry
More about

Profil Irwansyah Kasim "WAWAN"

Diposkan oleh orang maros bisa tonji on Senin, 15 Oktober 2012



drs. irwansyah kasimBiografi Singkat Irwansyah Kasim "WAWAN"



Profil Irwansyah Kasim "WAWAN"
. - Salah seorang Tokoh Masyarakat Maros
yang menjadi Idola, Panutan sekaligus sudah saya anggap sebagai orang tua saya sendiri. Ya, Pak WAWAN begitu nama sapaan beliau, Anak lelaki yang lahir di Wajo (Sul-Sel) yang baru-baru genap berusia 57 Tahun. Sosok yang sederhana, mudah bergaul, humoris, ramah tetapi tegas dalam mengambil sikap dan keputusan.

Anak Pertama dari Mantan Bupati Kab. Maros yang ke III (tiga) bernama H. M. KASIM DM termasuk salah seorang pamong senior yang ada di Kab. Maros. Walaupun beliau lahir di wajo tetapi beliau kecil hingga sampai sekarang menetap dimaros, hingga tak salah kiranya ketika sebagian Masyarakat Maros menobatkan beliau sebgai salah satu Tokoh Masyarakat yang cukup berpengaruh, karena atas jasa-jasa dan penghargaan beliau kepada Kab. Maros yang didapatnya baik didibadang pemerintahan maupun non pemerintahan.

Awalnya WAWAN memulai karirnya dipemerintahan diawali sebagai tenaga kontrak biasa kemudian diangkat menjadi CPNS pada tahun 1974 dengan pangkat pertama Golongan I/b hingga dimasa pensiunnya beliau mencapai pangkat terakhirnya Golongan IV/d. Selain dibidang pemerintahan  WAWAN juga dikenal oleh masyarakat kab. maros karena prestasinya dalam mengantarkan PERSIM MAROS (Sebuah Klub Sepak Bola Kebanggaan Rakyat Maros) ke ajang bergengsi DIVISI I (Satu) Liga Indonesia, sebuah prestasi yang belum pernah dicapai oleh wakil ketua sekaligus manajer PERSIM sebelum dan sesudah beliau.

Sebagai seorang manusia biasa WAWAN juga tak lepas dari namanya cobaan, fitnah dan segala macam bentuk untuk menjatuhkan pamor beliau, itu terbukti dengan tidak sedikitnya Isu yang menghinggapi beliau, mulai dari  isu keluarga hingga yang paling terakhir ini WAWAN di isukan telah menggelapkan uang sebesar kurang lebih 2,1 Milyar dalam pembangunan gedung SMPN I Maros dan sampai sekarang isu itu tetap saja menjadi sebuah isu dan tidak terbukti sampai saya menulis postingan ini.

Kembali dibidang pemerintahan WAWAN yang merupakan Alumni APDN Makassar ini telah banyak meduduki jabatan-jabatan penting seperti Bendahara Kec. Maros baru, Kepala Dinas Tata Ruang Kab. Maros, Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Kab. Maros, Kepala Dinas Sosial Kab. Maros dan masih banyak lagi jabatan yang pernah beliau duduki sebelum WAWAN mengajukan permohonan Pensiun dininya. Dan sekarang beliau menjadi Ketua DPC GERINDRA Kabupaten Maros.

Berikut Sedikit Biodata dari WAWAN :

Nama Lengkap     : Drs. Irwansyah Kasim. DM
Nama Panggilan   : WAWAN
Tempat Tg Lahir  : Wajo, 1 Oktober 1955
Alamat           : Jl. Abbas Dg Sialu No. 11
Status Perkawinan: Menikah
a. Isteri        : INCE NURLINDA SARI
b. Anak          : 
- Sri Fitri Yanti, SE
- Faisal Irwansyah, S. Sos
- Wanda Syahriwana, SH
- Nadya Fatmawati, S. Sos
c. Menantu : 
- Abadi Asyri, SE
- Juli Suwarni, SS
- Ismail
d. Cucu : 6 orang 

Orang Tua :
Ayah : H.M. KASIM DM (Alm)
Ibu  : Hj. SYAHRIBANONG (Alm)

Saudara :
1. Ir. Iriantosyah Kasim DM, M.Si
2. Ilhamsyah Kasim DM.
3. Hj. Isnawati Kasim DM.
4. Iswahyudi Kasim DM, SE

a. Riwayat Pendidikan 
- SD Negeri 1 Maros Tahun 1968
- SMP Negeri 1 Maros Tahun 1971
- SMA Negeri 1 Maros Tahun 1974
- A P D N Makssar Tahun 1978
- SEPADYA Tahun 1995
- SPAMEN Tahun 2003 di Makassar

b. Jabatan yang pernah di duduki
- Bendahara Kec. Maros Baru Tahun 1977 s/d 1978
- Kasi Pembinaan Masyarakat Kec. Maros Baru Tahun 1983 s/d 1981
- Diangkat Menjadi Anggota DPRD Maros utusan Golkar Tahun 1983 s/d 1987
- Diangkat kembali menjadi Anggota DPRD Maros untuk periode kedua tahun 1992 s/d 1997
- Kepala wilayah Kec. Maros Baru Tahun 1995 s/d 1997
- Kepala Dinas Tata Ruang Kab. Maros Tauhn 1997 s/d 2000
- Kepala Dinas Pertambangan dan energi kab. Maros tahun 2000 s/d 2005
- Staf Ahli Gubernur Sul-Sel Januari 2006 s/d Januari 2008
- Dipindahkan dari propinsi SulSel ke Pemkab Maros 1 Februari 2008.
- Meminta Pensiun Dini dari PNS Sejak tahun 2011

c. Pengalaman Dalam Partai Politik
- Pengurus DPD II Partai Golkar Tahun 1982 s/d 1987 dalam Jabatan Kabid Kepemudaan.
- Pengurus DPD II Partai Golkar Tahun 1987 s/d 1992 dalam jabatan unsure Wakil Ketua.
- Ketua Dewan Pimpinan Cabang Partai GERINDRA Kab. Maros 2011 sampai sekarang

d. Pengalaman Dalam Organisasi Masyarakat
- Ketua KNPI Rayon Kec Maros Baru
- Ketua DPD KNPI Kab. Maros
- Ketua AMPI Kab. Maros
- Ketua DHD 45 Rayon Maros Baru
- Wakil Ketua SOKSI Kab. Maros
- Ketua Panca Marga
- Ketua Dewan Penasehat GM FKPPI Maros
- Ketua Ormas FKPPI Kab. Maros
- Ketuac ORARI Kab. Maros
- Pengurus Koni dalam Jabatan Ketua Bidang Pembinaan Dan Prestasi.
- Ketua Persatuan Dayung Seluruh Indonesia Kab. Maros
- Ketua PERCASI KAB. Maros
- Ketua PERPANI Kab. Maros
- Wakil Ketua Umum Persim Maros

e. Tanda Jasa Dan Penghargaan
- Piagam Penghargaan dan Medali 45 dari DHN Angkatan 45 Tahun 1990 
- Lencana Keluarga Berencana oleh Presiden Tahun 1996
- Piagam Penghargaan Intensifikasi dan Ekstensifikasi Pungutan Pajak oleh Bupati Maros Tahun 1978
- Satya Lencana Karya Setya 20 Tahun dari Presiden RI Tahun 2001
- Penghargaan sebagai Manager Persim Maros atas berhasilnya Persim Maros lolos dari Divisi II ke Divisi I oleh Bupati Maros Tahun 2001.
- Piagam Penghargaan selaku Pembina Olah Raga Teladan oleh Bupati Maros Tahun 2002.
- Satya Lencana Karya Setya 30 Tahun dari Presiden RI Tahun 2004.

Oke sob, sekian dulu coretan saya tentang Profil Irwansyah Kasim "WAWAN"
kurang dan lebihnnya mohon dimaafkan. *_^


Biografi Singkat Irwansyah Kasim "WAWAN"


Tips Blogging, SEO, Blogger Pemula, Tentang Cinta, Info Kesehatan, Tips Facebook, Trik Handphone, Zodiak, Kontes SEO, Tips dan Trik, Maros, Selebritis, Blackberry
More about

Profil Prabowo Subianto

Diposkan oleh orang maros bisa tonji on Selasa, 09 Oktober 2012



Biografi Letjen. Prabowo Subianto


Profil Prabowo Subianto
, - Profil Tokoh yang saya bahas kali ini adalah merupakan sosok yang aku idolakan, selain jiwa kepemimpinannya saya juga banyak meniru jiwa kewirausahawannya sebagai pebisnis yang menurut saya sangat sukses. ya, dialah Letnan Jendral (purn) Prabowo Subianto Djojohadikusumo atau lebih dikenal dengan Prabowo Subianto.

Prabowo Subianto kini sudah berumur kurang lebih 61 Tahun atau tepatnya beliau lahir di Jakarta, 17 Oktober 1951 adalah merupakan seorang mantan Danjen Kopassus, Pengusaha Sukses dan juga sekaligus menjadi Politisi yang handal. Prabowo Subianto adalah Calon Presiden Republik Indonesia pada tahun 2009 yang lalu dari Partai Gerakan Indonesia Raya (Partai GERINDRA) . Namun karena perolehan suara Partai GERINDRA kurang dari 20% maka Prabowo Subianto maju sebagai Calon Wakil Presiden
 berdampingang dan Ibu Megawati Soekarno Putri dari Partai Perjuangan Demokrasi Indonesia (PDIP) sebagai Calon Presiden. Namun saat ini Prabowo Subianto tengah bersiap untuk kembai maju sebagai Calon Presiden diPemilu Presiden 2014 nanti.

Anak dari begawan ekonomi Indonesia, Soemitro Djojohadikusumo. Ia memiliki dua kakak perempuan, Bintianingsih dan Mayrani Ekowati, dan satu orang adik, Hashim Djojohadikusumo. Saat ini, Hashim dikenal sebagai seorang pengusaha handal, dengan bisnis di puluhan negara termasuk Kanada, Russia dan Indonesia.

Prabowo Subianto adalah cucu dari Raden Mas Margono Djojohadikusumo, pendiri Bank Negara Indonesia dan Ketua DPAS pertama dan anggota BPUPKI.

Prabowo menikah dengan Titiek Prabowo, anak Presiden Soeharto. Pernikahan Prabowo berakhir tidak lama setelah Soeharto mundur dari jabatan Presiden Republik Indonesia.[1] Dari pernikahan ini, Prabowo dikaruniai seorang anak, Didiet Prabowo. Didiet tumbuh besar di Boston, AS dan sekarang tinggal di Paris, Perancis sebagai seorang desainer.

Prabowo Subianto sering disebut sebagai seorang jendral kontroversial. Prestasi, dan kontroversi Prabowo dimulai saat ia mendaftarkan diri di Akademi Militer Magelang pada tahun 1970. Lulus pada tahun 1974, tahun 1976 Prabowo dipercaya sebagai Komandan Pleton Para Komando Grup I Komando Pasukan Sandhi Yudha (Kopassandha) dan ditugaskan sebagai bagian dari operasi Tim Nanggala di Timor Timur.

Pada bulan Desember 1978, Kapten Prabowo memimpin pasukan Den 28 Kopassus yang ditugaskan untuk membunuh pendiri dan wakil ketua Fretilin, yang pada saat itu juga menjabat sebagai Perdana Menteri pertama Timor Leste, Nicolau dos Reis Lobato. Lobato tewas setelah tertembak di perut saat bertempur di lembah Mindelo, pada tanggal 31 Desember 1978. Karena prestasi ini, Prabowo mendapatkan kenaikan pangkat.

Setelah kembali dari Timor Timur, karir militernya Prabowo terus melejit. Pada tahun 1983, Prabowo dipercaya sebagai Wakil Komandan Detasemen 81 Penanggulangan Teroris (Gultor) Komando Pasukan Khusus TNI AD (Kopassus). Setelah menyelesaikan pelatihan "Special Forces Officer Course" di Fort Benning, Amerika Serikat, Prabowo diberi tanggungjawab sebagai Komandan Batalyon Infanteri Lintas Udara.

Pada tanggal 26 April 1997, Tim Nasional Indonesia ke Puncak Everest berhasil mengibarkan bendera merah putih di puncak tertinggi dunia setelah mendaki melalui jalur selatan Nepal. Tim yang terdiri dari anggota Kopassus, Wanadri, FPTI, dan Mapala UI ini diprakarsai oleh Komandan Jendral Kopassus, Mayor Jendral TNI Prabowo Subianto [3]. Ekspedisi dimulai pada tanggal 12 Maret 1997 dari Phakding, Nepal. "Waktu itu kita mendengar bahwa Malaysia sudah mencanangkan akan mengibarkan bendera kebangsaan mereka pada tanggal 10 Mei 1997. Saya tidak rela bangsa Indonesia, sebagai bangsa 200 juta jiwa, harus kalah dengan bangsa lain di kawasan kita. Karena mencapai puncak tertinggi di dunia sudah menjadi salah satu tonggak ukuran prestasi suatu bangsa" tulis Prabowo dalam buku 'Di Puncak Himalaya Merah Putih Kukibarkan'.

Pada tahun 1983, kala itu masih berpangkat Kapten, Prabowo diduga pernah mencoba melakukan upaya penculikan sejumlah petinggi militer, termasuk Jendral LB Moerdani[5], namun upaya ini kabarnya digagalkan oleh Mayor Luhut Panjaitan, Komandan Den 81/Antiteror[6]. Prabowo sendiri adalah wakil Luhut saat itu.

Pada tahun 1990-an, Prabowo diduga terkait dengan sejumlah kasus pelanggaran HAM di Timor Timur. Pada tahun 1995, ia diduga menggerakkan pasukan ilegal yang melancarkan aksi teror ke warga sipil[7]. Peristiwa ini membuat Prabowo nyaris baku hantam dengan Komandan Korem Timor Timur saat itu, Kolonel Inf Kiki Sjahnakrie, di kantor Pangdam IX Udayana. Sejumlah lembaga internasional menuntut agar kasus ini dituntaskan[8]. Menurut pakar hukum Adnan Buyung Nasution, kasus ini belum selesai secara hukum karena belum pernah diadakan pemeriksaan menurut hukum pidana[9].

Pada tahun 1997, Prabowo diduga mendalangi penculikan dan penghilangan paksa terhadap sejumlah aktivis pro-Reformasi[10]. Setidaknya 13 orang, termasuk seniman 'Teater Rakyat' Widji Thukul, aktivis Herman Hendrawan, dan Petrus Bima hilang dan belum ditemukan hingga sekarang. Mereka diyakini sudah meninggal.[11]. Prabowo sendiri mengakui memerintahkan Tim Mawar untuk melakukan penculikan kepada sembilan orang aktivis, diantaranya Haryanto Taslam, Desmond J Mahesa dan Pius Lustrilanang.[12]

Namun demikian, Prabowo belum diadili atas kasus tersebut walau sebagian anggota Tim Mawar sudah dijebloskan ke penjara. Sebagian korban dan keluarga korban penculikan 1998 juga belum memaafkan Prabowo dan masih terus melanjutkan upaya hukum. Sebagian berupaya menuntut keadilan dengan mengadakan aksi 'diam hitam kamisan', aksi demonstrasi diam di depan Istana Negara setiap hari Kamis[13]. Sebagian lagi telah bergabung denga kepengurusan Partai Gerakan Indonesia Raya, bahkan duduk di DPR RI. Haryanto Taslam yang telah menjadi anggota Dewan Pembina Partai Gerindra, mengatakan "Prabowo sudah minta maaf pada saya. Dia juga mengajak saya bergabung untuk membangun negara ini. Saya adalah korban Prabowo dan Prabowo adalah korban politik saat itu. Dia juga korban. Prabowo hanya merupakan tentara yang mematuhi perintah atasannya. Ide penculikan bukan dari Prabowo. Rezim Orde Baru saat itu pun represif. Jika bukan Prabowo pasti orang lain yang akan diperintah untuk menculik."[14]

Prabowo juga diduga mendalangi Kerusuhan Mei 1998 berdasar temuan Tim Gabungan Pencari Fakta.[15][16]. Dugaan motifnya adalah untuk mendiskreditkan rivalnya Pangab Wiranto, untuk menyerang etnis minoritas, dan untuk mendapat simpati dan wewenang lebih dari Soeharto bila kelak ia mampu memadamkan kerusuhan [17].

Juga pada Mei 1998, menurut kesaksian Presiden Habibie dan purnawirawan Sintong Panjaitan[18], Prabowo melakukan insubordinasi dan berupaya menggerakkan tentara ke Jakarta dan sekitar kediaman Habibie untuk kudeta. Karena insubordinasi tersebut ia diberhentikan dari posisinya sebagai Kostrad oleh Wiranto atas instruksi Habibie.

Masalah utama dari kesaksian Habibie ialah bahwa sebenarnya, pasukan-pasukan yang mengawal rumahnya adalah atas perintah Wiranto, bukan Prabowo. Pada briefing komando tanggal 14 Mei 1998, panglima ABRI mengarahkan Kopassus mengawal rumah-rumah presiden dan wakil presiden. Perintah-perintah ini diperkuat secara tertulis pada tanggal 17 Mei 1998 kepada komandan-komandan senior, termasuk Sjafrie Sjamsoeddin, Pangdam Jaya pada waktu itu.

Prabowo yakin ia bisa saja melancarkan kudeta pada hari-hari kerusuhan di bulan Mei itu. Tetapi yang penting baginya ia tidak melakukannya. “Keputusan memecat saya adalah sah,” katanya. “Saya tahu, banyak di antara prajurit saya akan melakukan apa yang saya perintahkan. Tetapi saya tidak mau mereka mati berjuang demi jabatan saya. Saya ingin menunjukkan bahwa saya menempatkan kebaikan bagi negeri saya dan rakyat di atas posisi saya sendiri. Saya adalah seorang prajurit yang setia. Setia kepada negara, setia kepada republik

Keberhasilan ekspedisi ini menjadikan Indonesia negara pertama dari kawasan tropis, sekaligus juga negara di Asia Tenggara pertama yang mencatat sukses menggapai puncak Everest.

Sebagai seorang Pengusaha Prabowo Subianto meniti karirnya dimulai dengan membeli Kiani Kertas sebuah perusahaan pengelola pabrik kertas yang berlokasi di Mangkajang, kalimantan Timur yang sekarang berganti nama menjadi Kertas Nusantara dibawah perusahaan Nusantara Group yang dimiliki oleh Prabowo Subianto yang menguasai sekitar 27 perusahaan yang tersebar didalam maupun diluar negeri. Maka tak heran jika sebagian orang menanggap bahwa Prabowo Subianto pada PILPRS 2009 yang lalu sebagai Cawapres terkaya dengan total asset sebesar 1,579 Triliun dan US$ 7,57 juta. belum termasuk k84 ekor kuda istimewa yang sebagian harganya mencapai 3 Milyar perekor, belum lagi sejumlah mobil mewah.

Selain sebgai pengusaha sukses Prabowo Subianto juga didaulat sebagai ketua dibeberapa organisasi semisalnya, Himpinan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI), Ikatan Pancak Silat Indonesia (IPSI) dan masih banyak lagi yang tidak saya ebutkan satu persatu.

Berikut Biodata Singkat Prabowo Subianto

Nama : Prabowo Subianto
Lahir : Jakarta, 17 Oktober 1951
Agama : Islam

Pendidikan:
SMA: American School In London, U.K. (1969)
Akabri Darat Magelang (1970-1974)
Sekolah Staf Dan Komando TNI-AD

Kursus/Pelatihan:
Kursus Dasar Kecabangan Infanteri (1974)
Kursus Para Komando (1975)
Jump Master (1977)
Kursus Perwira Penyelidik (1977)
Free Fall (1981)
Counter Terorist Course Gsg-9 Germany (1981)
Special Forces Officer Course, Ft. Benning U.S.A. (1981)

Jabatan:
Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus (1996-1998)
Panglima Komando Cadangan Strategi TNI Angkatan Darat (1998)
Komandan Sekolah Staf Dan Komando ABRI (1998)

Jabatan Sekarang:
Ketua Umum HKTI periode 2010-2015
Ketua Umum HKTI periode 2008-2013
Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI) periode 2007-2011
Komisaris Perusahaan Migas Karazanbasmunai di Kazakhstan
Komisaris Utama PT Tidar Kerinci Agung (Perusahaan Produksi Minyak Kelapa Sawit), Jakarta, Indonesia
Presiden Dan Ceo PT Nusantara Energy (Migas, Pertambangan, Pertanian, Kehutanan Dan Pulp) Jakarta, Indonesia
Presiden Dan Ceo PT Jaladri Nusantara (Perusahaan Perikanan) Jakarta, Indonesia

Oke sob, semoga Profil Prabowo Subianto
ini bisa bermanfaat untuk kita semua.


Biografi Letjen. Prabowo Subianto


sumber :
http://id.wikipedia.org
http://prabowosubianto.info


Tips Blogging, SEO, Blogger Pemula, Tentang Cinta, Info Kesehatan, Tips Facebook, Trik Handphone, Zodiak, Kontes SEO, Tips dan Trik, Maros, Selebritis, Blackberry
More about

Profil Singkat Soeharto

Diposkan oleh orang maros bisa tonji on Minggu, 07 Oktober 2012



Biografi Soeharto


Profil singkat Soeharto
, - Soeharto adalah Presiden kedua Republik Indonesia. Beliau lahir di Kemusuk, Yogyakarta, tanggal 8 Juni 1921. Bapaknya bernama Kertosudiro seorang petani yang juga sebagai pembantu lurah dalam pengairan sawah desa, sedangkan ibunya bernama Sukirah.

Soeharto masuk sekolah tatkala berusia delapan tahun, tetapi sering pindah. Semula disekolahkan di Sekolah Desa (SD) Puluhan, Godean. Lalu pindah ke SD Pedes, lantaran ibunya dan suaminya, Pak Pramono pindah rumah, ke Kemusuk Kidul. Namun, Pak Kertosudiro lantas memindahkannya ke Wuryantoro. Soeharto dititipkan di rumah adik perempuannya yang menikah dengan Prawirowihardjo, seorang mantri tani.

Sampai akhirnya terpilih menjadi prajurit teladan di Sekolah Bintara, Gombong, Jawa Tengah pada tahun 1941. Beliau resmi menjadi anggota TNI pada 5 Oktober 1945. Pada tahun 1947, Soeharto menikah dengan Siti Hartinah seorang anak pegawai Mangkunegaran.

Perkawinan Letkol Soeharto dan Siti Hartinah dilangsungkan tanggal 26 Desember 1947 di Solo. Waktu itu usia Soeharto 26 tahun dan Hartinah 24 tahun. Mereka dikaruniai enam putra dan putri; Siti Hardiyanti Hastuti, Sigit Harjojudanto, Bambang Trihatmodjo, Siti Hediati Herijadi, Hutomo Mandala Putra dan Siti Hutami Endang Adiningsih.

Jenderal Besar H.M. Soeharto telah menapaki perjalanan panjang di dalam karir militer dan politiknya. Di kemiliteran, Pak Harto memulainya dari pangkat sersan tentara KNIL, kemudian komandan PETA, komandan resimen dengan pangkat Mayor dan komandan batalyon berpangkat Letnan Kolonel.

Pada tahun 1949, dia berhasil memimpin pasukannya merebut kembali kota Yogyakarta dari tangan penjajah Belanda saat itu. Beliau juga pernah menjadi Pengawal Panglima Besar Sudirman. Selain itu juga pernah menjadi Panglima Mandala (pembebasan Irian Barat).

Tanggal 1 Oktober 1965, meletus G-30-S/PKI. Soeharto mengambil alih pimpinan Angkatan Darat. Selain dikukuhkan sebagai Pangad, Jenderal Soeharto ditunjuk sebagai Pangkopkamtib oleh Presiden Soekarno. Bulan Maret 1966, Jenderal Soeharto menerima Surat Perintah 11 Maret dari Presiden Soekarno. Tugasnya, mengembalikan keamanan dan ketertiban serta mengamankan ajaran-ajaran Pemimpin Besar Revolusi Bung Karno.

Karena situasi politik yang memburuk setelah meletusnya G-30-S/PKI, Sidang Istimewa MPRS, Maret 1967, menunjuk Pak Harto sebagai Pejabat Presiden, dikukuhkan selaku Presiden RI Kedua, Maret 1968. Pak Harto memerintah lebih dari tiga dasa warsa lewat enam kali Pemilu, sampai ia mengundurkan diri, 21 Mei 1998.

Presiden RI Kedua HM Soeharto wafat pada pukul 13.10 WIB Minggu, 27 Januari 2008. Jenderal Besar yang oleh MPR dianugerahi penghormatan sebagai Bapak Pembangunan Nasional, itu meninggal dalam usia 87 tahun setelah dirawat selama 24 hari (sejak 4 sampai 27 Januari 2008) di Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP), Jakarta.

Berita wafatnya Pak Harto pertama kali diinformasikan Kapolsek Kebayoran Baru, Kompol. Dicky Sonandi, di Jakarta, Minggu (27/1). Kemudian secara resmi Tim Dokter Kepresidenan menyampaikan siaran pers tentang wafatnya Pak Harto tepat pukul 13.10 WIB Minggu, 27 Januari 2008 di RSPP Jakarta akibat kegagalan multi organ.

Kemudian sekira pukul 14.40, jenazah mantan Presiden Soeharto diberangkatkan dari RSPP menuju kediaman di Jalan Cendana nomor 8, Menteng, Jakarta. Ambulan yang mengusung jenazah Pak Harto diiringi sejumlah kendaraan keluarga dan kerabat serta pengawal. Sejumlah wartawan merangsek mendekat ketika iring-iringan kendaraan itu bergerak menuju Jalan Cendana, mengakibatkan seorang wartawati televisi tertabrak.

Di sepanjang jalan Tanjung dan Jalan Cendana ribuan masyarakat menyambut kedatangan iringan kendaraan yang membawa jenazah Pak Harto. Isak tangis warga pecah begitu rangkaian kendaraan yang membawa jenazah mantan Presiden Soeharto memasuki Jalan Cendana, sekira pukul 14.55, Minggu (27/1).

Seementara itu, Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla dan sejumlah menteri yang tengah mengikuti rapat kabinet terbatas tentang ketahanan pangan, menyempatkan mengadakan jumpa pers selama 3 menit dan 28 detik di Kantor Presiden, Jakarta, Minggu (27/1). Presiden menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas wafatnya mantan Presiden RI Kedua Haji Muhammad Soeharto.

Oke sob, semoga postingan saya ini tentang Profil Lengkap Soeharto
bisa menambah wawasan kita semua dan satu lagi yang hampir saya setelah melihat perjalan hidup Bung Hatta jadi gak berlebihan saya rasa ketika bang Iwan Fals membuat sebuah lagu yang berjudul Bung Hatta.


Biografi Soeharto


Tips Blogging, SEO, Blogger Pemula, Tentang Cinta, Info Kesehatan, Tips Facebook, Trik Handphone, Zodiak, Kontes SEO, Tips dan Trik, Maros, Selebritis, Blackberry
More about

Profil B. J. Habibie

Diposkan oleh orang maros bisa tonji on Sabtu, 06 Oktober 2012


Biografi Lengkap B. J. Habibie



Bachruddin Jusuf Habibie>
atau lebih dikenal dengan sebutan B. J. Habibie adalah seorang anak kampung yang lahir di Parepare, 25 Juni 1936 yang silam. Putra asli Sulawesi Selatan ini merupakan Presiden Republik Indonesia yang ketiga. Setelah kepemimpinan Bapak Suharto yang mengundurkan diri dari jabatan Presiden pada tanggal 21 Mei 1998, maka jabatan orang nomor satu di Indonesia tersebut secara otomatis diahlikan kepada wakilnya yaitu B. J. Habibie. Walau tergolong pendek karena hanya menjabat Presiden selama kurang lebih 1 tahun saja tetapi beliau B. J. Habibie tetap saja menjadi orang yang berpengaruh dinegeri ini terutama dibidang tehknologi.

Anak dari pasangan Alwi abdul Jalil Habibie dan R.A Tuti Marini Puspowardojo adalah merupakan anak keempat dari delapan bersaudara. Setelah dewasa B. J. Habibie pun menikah dengan Ibu Hasri Ainun Besari pada tanggal 12 Mei 1962, dan dikarunai dua orang putra masing-masing bernama Ilham Akbar dan Thareq Kemal.

B. J. Habibie pernah bersekolah di SMAK Dago dan belajar tehnik mesin di Institut Tekhnologi Bandung pada tahun 1945, dan setelah pada tahun 1955-1965 ia melanjutkan distudi teknik penerbangan, pernah juga belajar spesialis konstruksi pesawat terbang di RWTH Aachen, jerman barat kemudian beliau menerima gelar diplom ingineur pada tahun 1960 dan delar doktor ingineur pada tahun 1965 dengan predikat summa cum laude.

Habibie pernah bekerja di Messerschmitt-Bölkow-Blohm, sebuah perusahaan penerbangan yang berpusat di Hamburg, Jerman, sehingga mencapai puncak karier sebagai seorang wakil presiden bidang teknologi. Pada tahun 1973, ia kembali ke Indonesia atas permintaan mantan presiden Suharto.
Ia kemudian menjabat sebagai Menteri Negara Riset dan Teknologi sejak tahun 1978 sampai Maret 1998. Sebelum menjabat Presiden (21 Mei 1998 - 20 Oktober 1999), B.J. Habibie adalah Wakil Presiden (14 Maret 1998 - 21 Mei 1998) dalam Kabinet Pembangunan VII di bawah Presiden Soeharto.
Ia diangkat menjadi ketua umum ICMI (Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia), pada masa jabatannya sebagai menteri.
[sunting]Masa Kepresidenan

Habibie mewarisi kondisi kacau balau pasca pengunduran diri Soeharto akibat salah urus pada masa orde baru, sehingga menimbulkan maraknya kerusuhan dan disintegerasi hampir seluruh wilayah Indonesia. Segera setelah memperoleh kekuasaan Presiden Habibie segera membentuk sebuah kabinet. Salah satu tugas pentingnya adalah kembali mendapatkan dukungan dari Dana Moneter Internasional dan komunitas negara-negara donor untuk program pemulihan ekonomi. Dia juga membebaskan para tahanan politik dan mengurangi kontrol pada kebebasan berpendapat dan kegiatan organisasi.

Pada era pemerintahannya yang singkat ia berhasil memberikan landasan kokoh bagi Indonesia, pada eranya dilahirkan UU Anti Monopoli atau UU Persaingan Sehat, perubahan UU Partai Politik dan yang paling penting adalah UU otonomi daerah. Melalui penerapan UU otonomi daerah inilah gejolak disintergrasi yang diwarisi sejak era Orde Baru berhasil diredam dan akhirnya dituntaskan di era presiden Susilo Bambang Yudhoyono, tanpa adanya UU otonomi daerah bisa dipastikan Indonesia akan mengalami nasib sama seperti Uni Soviet dan Yugoslavia.

Pengangkatan B.J. Habibie sebagai Presiden menimbulkan berbagai macam kontroversi bagi masyarakat Indonesia. Pihak yang pro menganggap pengangkatan Habibie sudah konstitusional. Hal itu sesuai dengan ketentuan pasal 8 UUD 1945 yang menyebutkan bahwa "bila Presiden mangkat, berhenti, atau tidak dapat melakukan kewajibannya dalam masa jabatannya, ia diganti oleh Wakil Presiden sampai habis waktunya". Sedangkan pihak yang kontra menganggap bahwa pengangkatan B.J. Habibie dianggap tidak konstitusional. Hal ini bertentangan dengan ketentuan pasal 9 UUD 1945 yang menyebutkan bahwa "sebelum presiden memangku jabatan maka presiden harus mengucapkan sumpah atau janji di depan MPR atau DPR".

Langkah-langkah yang dilakukan BJ Habibie di bidang politik adalah:

* Memberi kebebasan pada rakyat untuk menyalurkan aspirasinya sehingga banyak bermunculan partai-partai politik baru yakni sebanyak 48 partai politik
* Membebaskan narapidana politik (napol) seperti Sri Bintang Pamungkas (mantan anggota DPR yang masuk penjara karena mengkritik Presiden Soeharto) dan Muchtar Pakpahan (pemimpin buruh yang dijatuhi hukuman karena dituduh memicu kerusuhan di Medan tahun 1994)
* Mencabut larangan berdirinya serikat-serikat buruh independen
* Membentuk tiga undang-undang yang demokratis yaitu :
-UU No. 2 tahun 1999 tentang Partai Politik
-UU No. 3 tahun 1999 tentang Pemilu
-UU No. 4 tahun 1999 tentang Susunan Kedudukan DPR/MPR
*Menetapkan 12 Ketetapan MPR dan ada 4 ketetapan yang mencerminkan jawaban dari tuntutan reformasi yaitu :
-Tap MPR No. VIII/MPR/1998, tentang pencabutan Tap No. IV/MPR/1983 tentangReferendum
-Tap MPR No. XVIII/MPR/1998, tentang pencabutan Tap MPR No. II/MPR/1978 tentang Pancasila sebagai azas tunggal
-Tap MPR No. XII/MPR/1998, tentang pencabutan Tap MPR No. V/MPR/1978 tentang Presiden mendapat mandat dari MPR untuk memiliki hak-hak dan Kebijakan di luar batas perundang-undangan
-Tap MPR No. XIII/MPR/1998, tentang Pembatasan masa jabatan Presiden dan Wakil Presiden maksimal hanya dua kali periode.
*12 Ketetapan MPR antara lain :
-Tap MPR No. X/MPR/1998, tentang pokok-pokok reformasi pembangunan dalam rangka penyelematan dan normalisasi kehidupan nasional sebagai haluan negara
-Tap MPR No. XI/MPR/1998, tentang penyelenggaraan negara yang bersih dan bebas korupsi, kolusi, dan nepotisme
-Tap MPR No. XIII/MPR/1998, tentang pembatasan masa jabatan presiden dan wakil presiden Republik Indonesia
-Tap MPR No. XV/MPR/1998, tentang penyelenggaraan Otonomi daerah
-Tap MPR No. XVI/MPR/1998, tentang politik ekonomi dalam rangka demokrasi ekonomi
-Tap MPR No. XVII/MPR/1998, tentang Hak Asasi Manusia (HAM)
-Tap MPR No. VII/MPR/1998, tentang perubahan dan tambahan atas Tap MPR No. I/MPR/1998 tentang peraturan tata tertib MPR
-Tap MPR No. XIV/MPR/1998, tentang Pemilihan Umum
-Tap MPR No. III/V/MPR/1998, tentang referendum
-Tap MPR No. IX/MPR/1998, tentang GBHN
-Tap MPR No. XII/MPR/1998, tentang pemberian tugas dan wewenang khusus kepada Presiden/mandataris MPR dalam rangka menyukseskan dan pengamanan pembangunan nasional sebagai pengamalan Pancasila
-Tap MPR No. XVIII/MPR/1998, tentang pencabutan Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P4)

Di bidang ekonomi, ia berhasil memotong nilai tukar rupiah terhadap dollar masih berkisar antara Rp 10.000 – Rp 15.000. Namun pada akhir pemerintahannya, terutama setelah pertanggungjawabannya ditolak MPR, nilai tukar rupiah meroket naik pada level Rp 6500 per dolar AS nilai yang tidak akan pernah dicapai lagi di era pemerintahan selanjutnya. Selain itu, ia juga memulai menerapkan independensi Bank Indonesia agar lebih fokus mengurusi perekonomian. Untuk menyelesaikan krisis moneter dan perbaikan ekonomi Indonesia, BJ Habibie melakukan langkah-langkah sebagai berikut :
- Melakukan restrukturisasi dan rekapitulasi perbankan melalui pembentukan BPPN dan unit Pengelola Aset Negara
- Melikuidasi beberapa bank yang bermasalah
- Menaikkan nilai tukar rupiah terhadap dolar hingga di bawah Rp. 10.000,00
- Membentuk lembaga pemantau dan penyelesaian masalah utang luar negeri
- Mengimplementasikan reformasi ekonomi yang disyaratkan IMF
- Mengesahkan UU No. 5 tahun 1999 tentang Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan yang Tidak Sehat
- Mengesahkan UU No. 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen

Salah satu kesalahan yang dinilai pihak oposisi terbesar adalah setelah menjabat sebagai Presiden, B.J. Habibie memperbolehkan diadakannya referendum provinsi Timor Timur (sekarang Timor Leste), ia mengajukan hal yang cukup menggemparkan publik saat itu, yaitu mengadakan jajak pendapat bagi warga Timor Timur untuk memilih merdeka atau masih tetap menjadi bagian dari Indonesia. Pada masa kepresidenannya, Timor Timur lepas dari Negara Kesatuan Republik Indonesia dan menjadi negara terpisah yang berdaulat pada tanggal 30 Agustus 1999. Lepasnya Timor Timur di satu sisi memang disesali oleh sebagian warga negara Indonesia, tapi disisi lain membersihkan nama Indonesia yang sering tercemar oleh tuduhan pelanggaran HAM di Timor Timur.

Kasus inilah yang mendorong pihak oposisi yang tidak puas dengan latar belakang Habibie semakin giat menjatuhkan Habibie. Upaya ini akhirnya berhasil dilakukan pada Sidang Umum 1999, ia memutuskan tidak mencalonkan diri lagi setelah laporan pertanggungjawabannya ditolak oleh MPR.

Pandangan terhadap pemerintahan Habibie pada era awal reformasi cenderung bersifat negatif, tapi sejalan dengan perkembangan waktu banyak yang menilai positif pemerintahan Habibie. Salah pandangan positif itu dikemukan oleh L. Misbah Hidayat Dalam bukunya Reformasi Administrasi: Kajian Komparatif Pemerintahan Tiga Presiden.[4]
 “Visi, misi dan kepemimpinan presiden Habibie dalam menjalankan agenda reformasi memang tidak bisa dilepaskan dari pengalaman hidupnya. Setiap keputusan yang diambil didasarkan pada faktor-faktor yang bisa diukur. Maka tidak heran tiap kebijakan yang diambil kadangkala membuat orang terkaget-kaget dan tidak mengerti. Bahkan sebagian kalangan menganggap Habibie apolitis dan tidak berperasaan. Pola kepemimpinan Habibie seperti itu dapat dimaklumi mengingat latar belakang pendidikannya sebagai doktor di bidang konstruksi pesawat terbang. Berkaitan dengan semangat demokratisasi, Habibie telah melakukan perubahan dengan membangun pemerintahan yang transparan dan dialogis. Prinsip demokrasi juga diterapkan dalam kebijakan ekonomi yang disertai penegakan hukum dan ditujukan untuk kesejahteraan rakyat. Dalam mengelola kegiatan kabinet sehari-haripun, Habibie melakukan perubahan besar. Ia meningkatkan koordinasi dan menghapus egosentisme sekotral antarmenteri. Selain itu sejumlah kreativitas mewarnai gaya kepemimpinan Habibie dalam menangani masalah bangsa.[5] Untuk mengatasi persoalan ekonomi, misalnya, ia mengangkat pengusaha menjadi utusan khusus. Dan pengusaha itu sendiri yang menanggung biayanya. Tugas tersebut sangat penting, karena salah satu kelemahan pemerintah adalah kurang menjelaskan keadaan Indonesia yang sesungguhnya pada masyarakat internasional. Sementara itu pers, khususnya pers asing, terkesan hanya mengekspos berita-berita negatif tentang Indonesia sehingga tidak seimbang dalam pemberitaan.

Setelah ia turun dari jabatannya sebagai presiden, ia lebih banyak tinggal di Jerman daripada di Indonesia. Tetapi ketika era kepresidenan Susilo Bambang Yudhoyono, ia kembali aktif sebagai penasehat presiden untuk mengawal proses demokratisasi di Indonesia lewat organisasi yang didirikannya Habibie Center.

Oke sob, semoga postingan saya ini tentang Profil Lengkap B. J. Habibie
bisa menambah wawasan kita semua dan satu lagi yang hampir saya setelah melihat perjalan hidup Bung Hatta jadi gak berlebihan saya rasa ketika bang Iwan Fals membuat sebuah lagu yang berjudul Bung Hatta.


Biografi Lengkap B. J. Habibie

sumber : wikipedia.org
Tips Blogging, SEO, Blogger Pemula, Tentang Cinta, Info Kesehatan, Tips Facebook, Trik Handphone, Zodiak, Kontes SEO, Tips dan Trik, Maros, Selebritis, Blackberry
More about

Profil Lengkap Bung Hatta

Diposkan oleh orang maros bisa tonji on Jumat, 05 Oktober 2012



Muhammad Hatta





Profil Lengkap Bung Hatta
, - Seorang Tokoh Nasional yang sangat saya kagumi dan menjadi inspirasi dalam berbagai hal, ya namanya Dr. Drs. H. Mohammad Hatta lahir dengan nama Muhammad Athar dan populer dengan sebutan Bung Hatta seorang anak manusia yang lahir di Kota Bukit Tinggi pada tanggal 12 agustus 1902 dan menjadi Wakil Presiden Pertama di Indonesia. Adalah merupakan sosok pejuang negara dan sekaligus ekonom yang handal dan tidak salah ketika dia dijuluki sebagai Bapak Koperasi Indonesia. Atas Prestasi dan jasa-jasanya sehingga nama Beliau dan Bung Karno dijadikan sebagai Bandara Udara Terbesar di Indonesia yaitu Bandara Seokarno - Hatta.



Ia menempuh pendidikan dasar di Sekolah Melayu Fort de Kock dan pada tahun 1913-1916 melanjutkan studinya ke Europeesche Lagere School (ELS) di Padang. Saat usia 13 tahun, sebenarnya ia telah lulus ujian masuk ke HBS (setingkat SMA) di Batavia (kini Jakarta), namun ibunya menginginkan Hatta agar tetap di Padang dahulu, mengingat usianya yang masih muda. Akhirnya Bung Hatta melanjutkan studi ke MULO di Padang. Baru pada tahun 1919 ia pergi ke Batavia untuk studi di Sekolah Tinggi Dagang "Prins Hendrik School". Ia menyelesaikan studinya dengan hasil sangat baik, dan pada tahun 1921, Bung Hatta pergi ke Rotterdam, Belanda untuk belajar ilmu perdagangan/bisnis di Nederland Handelshogeschool (bahasa inggris: Rotterdam School of Commerce, kini menjadi Universitas Erasmus). Di Belanda, ia kemudian tinggal selama 11 tahun.

Pada tangal 27 November 1956, Bung Hatta memperoleh gelar kehormatan akademis yaitu Doctor Honoris Causa dalam Ilmu Hukum dari Universitas Gadjah Mada di Yogyakarta. Pidato pengukuhannya berjudul "Lampau dan Datang".


Saat berusia 15 tahun, Hatta merintis karier sebagai aktivis organisasi, sebagai bendahara Jong Sumatranen Bond Cabang Padang. Di kota ini Hatta mulai menimba pengetahuan perihal perkembangan masyarakat dan politik, salah satunya lewat membaca berbagai koran, bukan saja koran terbitan Padang tetapi juga Batavia. Lewat itulah Hatta mengenal pemikiran Tjokroaminoto dalam surat kabar Utusan Hindia, dan Agus Salim dalam Neratja. Kesadaran politik Hatta makin berkembang karena kebiasaannya menghadiri ceramah-ceramah atau pertemuan-pertemuan politik. Salah seorang tokoh politik yang menjadi idola Hatta ketika itu ialah Abdul Moeis.

Di Batavia, ia juga aktif di Jong Sumatranen Bond Pusat sebagai Bendahara. Ketika di Belanda ia bergabung dalam Perhimpunan Hindia (Indische Vereeniging). Saat itu, telah berkembang iklim pergerakan di Indische Vereeniging. Sebelumnya, Indische Vereeniging yang berdiri pada 1908 tak lebih dari ajang pertemuan pelajar asal tanah air. Atmosfer pergerakan mulai mewarnai Indische Vereeniging semenjak tibanya tiga tokoh Indische Partij (Suwardi Suryaningrat, Ernest Douwes Dekker, dan Tjipto Mangunkusumo) di Belanda pada 1913 sebagai orang buangan akibat tulisan-tulisan tajam anti-pemerintah mereka di media massa.
Pada usia 17 tahun, Hatta lulus dari sekolah tingkat menengah (MULO). Lantas ia bertolak ke Batavia untuk melanjutkan studi di Sekolah Tinggi Dagang Prins Hendrik School. Di sini Hatta mulai aktif menulis. Karangannya dimuat dalam majalah Jong Sumatera, "Namaku Hindania!" begitulah judulnya. Berkisah perihal janda cantik dan kaya yang terbujuk kawin lagi. Setelah ditinggal mati suaminya, Brahmana dari Hindustan, datanglah musafir dari Barat bernama Wolandia, yang kemudian meminangnya. "Tapi Wolandia terlalu miskin sehingga lebih mencintai hartaku daripada diriku dan menyia-nyiakan anak-anakku," rutuk Hatta lewat Hindania.
Pemuda Hatta semakin tajam pemikirannya karena diasah dengan beragam bacaan, pengalaman sebagai Bendahara Jong Sumatranen Bond Pusat, perbincangan dengan tokoh-tokoh pergerakan asal Minangkabau yang mukim di Batavia, dan diskusi dengan temannya sesama anggota JSB: Bahder Djohan. Setiap Sabtu, ia dan Bahder Djohan punya kebiasaan keliling kota. Selama berkeliling kota, mereka bertukar pikiran tentang berbagai hal mengenai tanah air. Persoalan utama yang kerap pula mereka perbincangkan ialah perihal memajukan Bahasa Melayu. Untuk itu, menurut Bahder Djohan perlu diadakan suatu majalah. Majalah dalam rencana Bahder Djohan itupun sudah ia beri nama Malaya. Antara mereka berdua sempat ada pembagian pekerjaan. Bahder Djohan akan mengutamakan perhatiannya pada persiapan redaksi majalah, sedangkan Hatta pada soal organisasi dan pembiayaan penerbitan. Namun, “karena berbagai hal cita-cita kami itu tak dapat diteruskan,” kenang Hatta lagi dalam Memoir-nya.
Selama menjabat Bendahara JSB Pusat, Hatta menjalin kerjasama dengan percetakan surat kabar Neratja. Hubungan itu terus berlanjut meski Hatta berada di Rotterdam, ia dipercaya sebagai koresponden. Suatu ketika pada tahun 1922, terjadi peristiwa yang mengemparkan Eropa. Turki yang dipandang sebagai "Orang Sakit dari Eropa", memukul mundur tentara Yunani yang dijagokan Inggris. Rentetan pantauan peristiwa tersebut ditulis Hatta menjadi serial tulisan untuk Neratja di Batavia. Serial tulisan Hatta itu menyedot perhatian khalayak pembaca. Bahkan banyak surat kabar di tanah air yang mengutip tulisan-tulisan Hatta.


Perangko Satu Abad Bung Hatta diterbitkan oleh PT Pos Indonesia tahun 2002

Hatta mulai menetap di Belanda semenjak September 1921. Ia segera bergabung dalam Perhimpunan Hindia (Indische Vereeniging). Saat itu, telah tersedia iklim pergerakan di Indische Vereeniging. Sebelumnya, Indische Vereeniging yang berdiri pada 1908 tak lebih dari ajang pertemuan pelajar asal tanah air. Atmosfer pergerakan mulai mewarnai Indische Vereeniging semenjak tibanya tiga tokoh Indische Partij (Suwardi Suryaningrat, Douwes Dekker, dan Tjipto Mangunkusumo) di Belanda pada 1913 sebagai eksterniran akibat kritik mereka lewat tulisan di koran De Expres. Kondisi itu tercipta, tak lepas karena Suwardi Suryaningrat ( Ki Hadjar Dewantara ) menginisiasi penerbitan Majalah Hindia Poetra oleh Indische Vereeniging mulai 1916. Hindia Poetra bersemboyan “Ma’moerlah Tanah Hindia! Kekallah Anak-Rakjatnya!” berisi informasi bagi para pelajar asal tanah air perihal kondisi di Nusantara, tak ketinggalan pula tersisip kritik terhadap sikap kolonial Belanda.
Pergerakan Hatta dalam Indische Vereeniging tak lagi tersekat oleh ikatan kedaerahan, sebab Indische Vereeniging berisi aktivis dari beragam latar belakang daerah. Lagipula, nama Indische –meski masih bermasalah– sudah mencerminkan kesatuan wilayah, yakni gugusan Kepulauan Nusantara yang secara politis diikat oleh sistem kolonialisme Hindia-Belanda.
Hatta mengawali karier pergerakannya di Indische Vereeniging sebagai bendahara pada 19 Februari 1922, ketika terjadi pergantian pengurus Indische Vereeniging. Ketua lama dr. Soetomo diganti oleh Hermen Kartawisastra. Momentum suksesi kala itu punya arti penting bagi mereka di masa mendatang, sebab ketika itulah mereka memutuskan untuk mengganti nama Indische Vereeniging menjadi Indonesische Vereeniging dan kelanjutannya mengganti nama Nederland Indie menjadi Indonesia. Sebuah pilihan nama bangsa yang sarat bermuatan politik. Dalam forum itu pula, salah seorang anggota Indonesische Vereeniging menyatakan bahwa dari sekarang kita mulai membangun Indonesia dan meniadakan Hindia atau Nederland Indie.
Pada tahun 1927, Hatta bergabung dengan Liga Menentang Imperialisme dan Kolonialisme di Belanda. Dan dari sinilah ia bersahabat dengan nasionalis India, Jawaharlal Nehru. Aktivitasnya dalam organisasi ini menyebabkan Hatta ditangkap pemerintah Belanda. Hatta akhirnya dibebaskan, setelah melakukan pidato pembelaannya yang terkenal: Indonesia Free.
Pada tahun 1932, Hatta kembali ke Indonesia dan bergabung dengan organisasi Club Pendidikan Nasional Indonesia yang bertujuan meningkatkan kesadaran politik rakyat Indonesia melalui proses pelatihan-pelatihan. Belanda kembali menangkap Hatta, bersama Soetan Sjahrir, ketua Club Pendidikan Nasional Indonesia pada bulan Februari 1934. Hatta diasingkan ke Digul dan kemudian ke Bandaneira selama 6 tahun.
Pada tanggal 9 Maret 1943 setelah datangnya militer Jepang ke Indonesia, Jepang membentuk Pusat Tenaga Rakyat (Putera) dimana Hatta dan Soekarno ditunjuk sebagai ketuanya. Soekarno berpikir bahwa ini akan menjadi cara agar mereka bisa mendapatkan dukungan bagi kemerdekaan Indonesia. Pada bulan November 1943, usaha Hatta dan Soekarno untuk bekerja sama dengan pemerintah Jepang diakui oleh Kaisar Hirohito yang dihiasi dengan penghargaan di Tokyo.
Setelah gelombang Perang Pasifik mulai berbalik dengan kekalahan yang dialami oleh tentara Jepang, pemerintah Jepang membubarkan Putera dan diganti dengan Djawa Hokokai pada Maret 1944. Ketika kekalahan mulai membayang di pihak Jepang, Perdana Menteri Koiso Kuniaki mengumumkan pada bulan September 1944 bahwa Jepang akan memberikan kemerdekaan Indonesia dalam waktu dekat.
Sejak saat itu momentum mulai berkumpul untuk kemerdekaan Indonesia. Didorong oleh sentimen nasionalis Indonesia dan didukung oleh simpatisan dari Jepang seperti Laksamana Maeda. Dalam hal Maeda, ia bahkan mendirikan sebuah forum diskusi yang disebut "Kemerdekaan Indonesia Centre" dan mengundang Hatta serta Soekarno untuk memberikan kuliah tentang nasionalisme. Hal ini diikuti pada bulan April 1945, dengan pembentukan Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI). BPUPKI akan bertemu selama tiga bulan ke depan dan akan memutuskan hal-hal seperti konstitusi dan wilayah yang akan menjadi bagian dari Indonesia. 


Pada bulan Agustus 1945, Jepang akhirnya menyetujui kemerdekaan Indonesia dan membentuk Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI). Tanggal 8 Agustus 1945, Hatta dan Sukarno dipanggil ke Saigon, untuk bertemu dengan Marsekal Terauchi, panglima pasukan Jepang di Asia Tenggara. Terauchi mengatakan kepada Hatta dan Soekarno bahwa PPKI akan terbentuk pada 18 Agustus dan bahwa Indonesia akan merdeka dengan pengawasan Jepang.

Hatta dan Soekarno kembali ke Indonesia pada 14 Agustus. Dalam hal Hatta, Sutan Sjahrir sudah menunggunya dengan berita tentang bom atom di Hiroshima dan Nagasaki. Sjahrir mengatakan kepada Hatta bahwa mereka harus mendorong Soekarno memproklamasikan kemerdekaan Indonesia segera, karena dalam beberapa hari orang Jepang mungkin tidak ada untuk memberikan pengawasan. Sjahrir mengatakan Hatta tidak perlu khawatir tentang pemerintah Jepang karena rakyat akan berada di pihak mereka.
Sjahrir dan Hatta kemudian pergi menemui Soekarno, dimana Syahrir mengulangi argumennya di depan Soekarno. Hatta kemudian berbicara, mengatakan bahwa dia khawatir Sekutu akan melihat mereka sebagai kolaborator Jepang. Soekarno juga punya perasaan ini dan Syahrir meninggalkan rapat karena frustrasi.
Hari berikutnya pada tanggal 15 Agustus 1945, Jepang menyerah kepada Sekutu. Di Indonesia, berita itu hanya rumor dan belum dikonfirmasi. Hatta dan Soekarno pergi ke kantor pemerintah Jepang di Jakarta, dan menemukan kantor itu telah kosong. Hatta dan Soekarno kemudian pergi ke Maeda yang menegaskan bahwa Jepang telah menyerah kepada Sekutu. Hatta dan Soekarno tampak terkejut bahwa Jepang telah menyerah. Selama siang hari, Hatta dan Soekarno berhadapan dengan pemuda Indonesia yang menginginkan kemerdekaan untuk diikrarkan sesegera mungkin. Sebuah perdebatan panas terjadi, dan Soekarno meminta para pemuda untuk lebih sabar.
Pada pagi hari tanggal 16 Agustus 1945, para pemuda Indonesia menculik Hatta dan Soekarno, dan membawa mereka ke Rengasdengklok. Disini para pemuda terus berusaha untuk memaksa Hatta dan Soekarno menyatakan kemerdekaan, tetapi tidak berhasil. Di Jakarta terjadi kepanikan, dimana PPKI telah memulai pertemuan hari itu dan merencanakan untuk memilih Soekarno sebagai ketua dan Hatta sebagai wakil ketua. Ketika informasi tentang keberadaan Hatta dan Soekarno diketahui dan penyerahan Jepang telah dikonfirmasi, Achmad Subardjo, seorang anggota PPKI pergi ke Rengasdengklok untuk menjemput Hatta dan Soekarno. Malam itu, Hatta dan Sukarno kembali ke Jakarta menuju rumah Maeda. Di rumah ini mereka menyusun teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.
Pada tanggal 17 Agustus 1945 jam 10 waktu Jawa, Hatta bersama Soekarno memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Sehari kemudian, secara aklamasi ia diangkat sebagai wakil presiden pertama RI, mendampingi Soekarno yang menjadi presiden RI. Oleh karena peran tersebut maka keduanya disebut dwitunggal, Bapak Proklamator Indonesia.


Setelah ditunjuk sebagai wakil presiden RI dalam sidang PPKI, Hatta membuat tiga keputusan penting pada masa awal kelahiran republik. Pada bulan Oktober, Hatta membentuk Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) yang berperan sebagai lembaga legislatif, selain sebagai penasehat presiden. Pada bulan yang sama, Hatta juga mengeluarkan maklumat pembentukan partai politik di Indonesia. Bulan berikutnya, Hatta juga membuat keputusan yang mengambil peran presiden sebagai kepala pemerintahan kepada seorang perdana menteri.

Ketika Belanda mulai mengirimkan pasukan mereka kembali ke Indonesia, Hatta bersama dengan Sjahrir dan Soekarno sepakat untuk melakukan perundingan dengan pihak Belanda. Hal ini menyebabkan ketegangan dengan unsur-unsur radikal dalam pemerintahan, seperti pemimpin para pemuda : Chaerul Saleh dan Adam Malik. Pada bulan Januari 1946, Hatta dan Soekarno pindah ke Yogyakarta, meninggalkan Sjahrir (yang saat itu menjabat sebagai perdana menteri) untuk memimpin perundingan di Jakarta.
Pada November 1946 ditandatangani Perjanjian Linggarjati, yang berisi pengakuan Belanda atas Republik Indonesia. Namun pengakuan Belanda hanya untuk wilayah Jawa, Sumatera, dan Madura. Selain wilayah itu, republik ini akan menjadi bagian dari Republik Indonesia Serikat dengan Ratu Belanda selaku kepala negara. Namun sebelum kesepakatan itu akhirnya diratifikasi oleh Dewan Perwakilan Belanda, beberapa kompromi dibuat tanpa persetujuan pihak republik. Akhirnya Indonesia menolak untuk melaksanakan bagian dalam kesepakatan itu, sehingga terjadi Agresi Militer Belanda I pada bulan Juli 1947.
Pada masa ini Hatta dikirim ke luar negeri untuk mencari dukungan bagi Indonesia. Menyamar sebagai ko-pilot pesawat, Hatta menyelinap ke India untuk meminta bantuan. Disana ia meminta dukungan Nehru dan Mahatma Gandhi. Nehru meyakinkannya bahwa India akan mendukung Indonesia di forum internasional seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Pada bulan Desember 1947, diadakan perundingan di atas kapal USS Renville, dan perjanjian ditandatangani pada Januari 1948. Perjanjian ini lebih menguntungkan pihak Belanda, dimana Belanda menyerukan kepada pihak republik untuk mengakui wilayah-wilayah yang telah diambil Belanda selama Agresi Militer I. Perjanjian ini menyebabkan kemarahan banyak pihak dan memaksa Amir Syarifuddin untuk mengundurkan diri dari jabatannya sebagai perdana menteri.
Untuk menggantikan Syarifuddin, Soekarno menunjuk Bung Hatta sebagai Perdana Menteri dan menyatakan bahwa kabinet akan bertanggung jawab kepada Presiden, bukan KNIP. Pada saat yang sama Bung Hatta juga mengemban posisi sebagai Menteri Pertahanan. Sebagai Perdana Menteri, Bung Hatta harus membuat keputusan tidak populer. Pada bulan Agustus 1948, Bung Hatta terpaksa melakukan demobilisasi beberapa prajurit.
Pada bulan Desember 1948, Belanda melancarkan Agresi Militer II dan fokus serangan mereka adalah Yogyakarta. Bung Hatta dan Soekarno, bukannya melarikan diri untuk melakukan perang gerilya, namun memilih untuk tetap tinggal hingga akhirnya mereka ditangkap. Soekarno memberikan wewenang kepada Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI), sebelum pergi ke pengasingan di Pulau Bangka dengan semua pemimpin republik lainnya, termasuk Bung Hatta.
Perlawanan di bawah Jenderal Sudirman dan pasukan TNI, menyebabkan Belanda mendapatkan tekanan internasional. Pada bulan Mei 1949, Perjanjian Roem-Roijen ditandatangani dan Belanda berjanji untuk mengembalikan para pemimpin yang mereka tangkap. Pada bulan Juli 1949, Bung Hatta dan Soekarno kembali ke Yogyakarta.
Pada bulan Agustus 1949, Bung Hatta memimpin delegasi ke Den Haag untuk Konferensi Meja Bundar (KMB). Pada bulan November 1949, pembentukan Republik Indonesia Serikat akhirnya disetujui. Ratu Belanda akan terus menjadi kepala negara simbolis, sementara Bung Karno dan Bung Hatta tetap sebagai Presiden dan Wakil Presiden. Pada tanggal 27 Desember 1949, pemerintah Belanda akhirnya mengakui kedaulatan Indonesia. Wakil Presiden Bung Hatta dan Ratu Juliana menandatangani pengakuan kedaulatan Republik Indonesia.
Setelah KMB, Bung Hatta melanjutkan jabatannya sebagai Perdana Menteri Republik Indonesia Serikat dan memimpin transisi dari negara federal kepada negara kesatuan, yang akhirnya resmi terbentuk pada tanggal 17 Agustus 1950.


Biodata BUng Hatta



Nama: Mohammad Hatta



Tempat/Tanggal lahir: Kampung Aur Tajungkang Bukittinggi, 12 Agustus 1902



Agama: Islam



Tempat/Tanggal wafat: Jakarta, 14 Maret 1980



Keluarga Bung Hatta



  * Istri: Rahmi Hatta

    * Anak:
          o 1. Meutia Farida Hatta (21 Maret 1947)
          o 2. Gemala Rabi’ah Hatta (1953)
          o 3. Halidah Nuriah Hatta (25 Januari 1956)
    * Orang tua Hatta:
          o Kakek Hatta: Syekh Abdurrahman (dikenal sebagai Syekh Batuhampar)
          o Bapak: Haji Muhammad Djamil (Ulama dari Batuhampar, Kabupaten Limapuluh Kota)
          o Ibu: Saleha (Keluarga pengusaha terpandang dari Bukittinggi)


    * Bung Hatta adalah anak bungsu dalam keluarga dengan rincian sebagai berikut:

          o 1. Halimah (kakak, satu ayah lain ibu)
          o 2. Rabiah (kakak, satu ayah lain ibu)
          o 3. Rafiah (satu ayah, satu ibu)
          o 4. Bung Hatta (anak bungsu)


Pendidikan :



    * Europese Lagere School (ELS) di Bukittinggi (lulus 1916)

    * Meer Vitgebreid Lager Onderwijs (MULO) di Padang (lulus 1919)
    * Handel Middlebare School (Sekolah Menengah Dagang) di Jakarta (lulus 1921)
    * Nederland Handelshogeschool di Rotterdam (tamat dengan gelar Drs, 1932)


Perjalan Karier :



 * Bendahara Jong Sumatranen Bond di Padang (1916-1919)

    * Bendahara Jong Sumatranen Bond di Jakarta dan mengurus majalah Jong Sumatra (1920-1921)
    * Menjadi anggota Indonesische Vereniging (ketika belajar di Belanda) yang kemudian berubah menjadi Perhimpoenan Indonesia, dan menjadi Dewan Redaksi majalah Indonesia Merdeka (1922-1925)
    * Ketua Pemuda Indonesia di Belanda (1925-1930)
    * Sebagai wakil Indonesia dalam gerakan Liga Melawan Imperialisme dan Penjajahan, berkedudukan di Berlin (1927-1931)
    * Ikut Konggres Demokratique International IV di Beirvile, Paris (1936)
    * Ditangkap dan dipenjara di Den Haag, Belanda (23 September 1927-22 Maret 1928) karena tulisan-tulisannya di Majalah Indonesia Merdeka
    * Kembali ke Indonesia (1932)
    * Ketua Partai Pendidikan Nasional Indonesia (lazim disebut PNI baru) dan menangani majalah Daulat Rakyat (1934-1935)
    * Dipenjarakan pemerintah Hindia Belanda di Glodok, Jakarta (1934)
    * Dibuang ke Boven Digul, Papua (1934-1935)
    * Dibuang ke Banda Naira (1935-1942)
    * Dipindahkan ke Penjara di Sukabumi (Februari 1942)
    * Dibebaskan dari penjara (9 Maret 1942)
    * Kepala Kantor Penasihat pada pemerintah Bala Tentara Dai Nippon (April 1942)
    * Diangkat menjadi salah satu pimpinan Pusat Tenaga Rakyat (Putera-1943)
    * Anggota Dokuritzu Zyunbi Tyoosakai (Badan Penyelidik Usaha-usaha Kemerdekaan-Mei 1945)
    * Wakil Ketua Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI-7 Agustus 1945)
    * Memproklamasikan Kemerdekaan RI bersama Soekarno (17 Agustus 1945)
    * Wakil Presiden Indonesia I (18 Agustus 1945-1 Desember 1956)
    * Mengeluarkan Maklumat Nomor X (16 Oktober 1945) yang memberikan kekuasaan untuk menentukan Garis-garis Besar Haluan Negara kepada Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP)
    * Mengeluarkan Maklumat Politik (1 November 1945) yang antara lain menyatakan bahwa Indonesia bersedia menyelesaikan sengketa dengan Belanda dengan cara diplomasi
    * Mengeluarkan Maklumat (3 November 1945) yang membuka peluang berdirinya partai-partai politik
    * Wakil Presiden merangkap sebagai Perdana Menteri dan Menteri Pertahanan (29 Januari 1948-Desember 1949)
    * Ketua Delegasi Indonesia ke Konferensi Meja Bundar di Den Haag dan menerima penyerahan kedaulatan dari Ratu Juliana (1949)
    * Wakil Presiden merangkap sebagai Perdana Menteri dan Menlu dalam Kabinet RIS (Desember 1949-Agustus 1950)


Oke sob, semoga postingan saya ini tentang Profil Lengkap Bung Hatta

bisa menambah wawasan kita semua dan satu lagi yang hampir saya setelah melihat perjalan hidup Bung Hatta jadi gak berlebihan saya rasa ketika bang Iwan Fals membuat sebuah lagu yang berjudul Bung Hatta.

Muhammad Hatta




Sumber :
* Wikipedia
* Web Forum UPI

Tips Blogging, SEO, Blogger Pemula, Tentang Cinta, Info Kesehatan, Tips Facebook, Trik Handphone, Zodiak, Kontes SEO, Tips dan Trik, Maros, Selebritis, Blackberry
More about
a